Dansungguh wasiat ini hakikatnya tidak hanya berlaku pada masa itu sahaja, tidak pula hanya berlaku untuk Abdurrahman bin 'Auf saja, melainkan wasiat ini ialah untuk seluruh pengikutnya dari masa ke masa, dimanapun mereka berada. Sungguhlah bila kita bercermin atas apa yang terjadi pada tubuh umat Islam belakangan ini, terlebih lagi pada 14K Likes, 11 Comments. TikTok video from pemuda dakwah (@pemudadakwah224): "Balas @plerssnt nih yang req Abdurrahman bin auf sama utsman bin affan#fypdongggggggg #konglomeratpadazamannabi#fypdongggggggg #islam". sonido original. Dantelah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abu Said Al Asyaj], keduanya dari [Abu Khalid]. [Abu Bakr] mengatakan; telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al Ahmar] dari [Al A'masy], dari [Ismail bin Raja'] dari [Aus bin Dham'aj] dari [Abu Mas'ud Al Asnhari], katanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang berhak menjadi imam atas suatu kaum adalah RadioRodja | Sabtu, 26 Maret 2016 'Abdurrahman bin 'Auf, Hartawan Ahli Surga (Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.) Berikut ini adalah rekaman ceramah yang disampaikan di Masjid Nurul Ikhlas, Jl. Tanah Merdeka (samping Perumahan Gardenia), Kampung Abdurrahmanbin Auf meninggal pada umur 74 tahun antara tahun 31-32 H atau bertepatan pada tahun 652 M. Abdurrahman dimakamkan di pemakaman Baqi yang diimami oleh Utsman bin Maz'un dan Abdurrahman disisi qubah Ibrahim bin Muhammad SAW. Sebelum meninggal, Abdurrahman meninggalkan wasiat untuk menyumbangkan hartanya utnuk kepentingan Islam fngL. - Salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi Muhammad adalah Abdurrahman bin Auf. Di antara para sahabat beliau SAW, Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang paling kaya dan bergelimang harta. Saking banyaknya kekayaan yang ia miliki, Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa perhitungan hartanya di akhirat akan demikian panjang. Abdurrahman bin Auf akan masuk surga dengan cara merangkak. Mendengar penuturan itu, Abdurrahman bin Auf menangis. Karena itulah, ia kerap berdoa "Jadikan aku ini miskin! Aku ingin seperti Mush'ab bin Umair atau Hamzah [yang meninggal dalam keadaan miskin], Ya Allah," rintih Abdurrahman bin Auf. Kendati demikian, harta yang sudah ia tanamkan untuk investasi terus berkembang. Ia tak juga miskin-miskin. Ummul Mukminin Aisyah pernah bercerita bahwasanya Abdurrahman bin Auf kerap membawa pulang dagangannya sebanyak 700 kontainer barang yang panjangnya serupa barisan pawai tak putus-putus. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdul Harits bin Zahrah bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay. Ia lahir 10 tahun selepas Tahun Gajah. Ketika Muhammad SAW menyatakan bahwa ia diutus menjadi nabi dan rasul yang terakhir di muka bumi ini, Abdurrahman bin Auf termasuk golongan pertama menyambut hidayah tersebut. Ia adalah salah seorang yang mula-mula masuk Islam atau Assabiqun Al-Awwalun. Abdurrahman bin Auf masuk Islam dua hari selepas Abu Bakar As-Siddiq. Jasa Abdurrahman bin Auf sangat besar dalam membiayai dakwah Islam. Seluruh hartanya ia bagi dalam tiga bagian, sepertiga untuk investasi modal usaha orang lain, sepertiga untuk melunasi hutang-hutangnya, dan sepertiga lagi untuk disedekahkan pada fakir miskin dan dakwah Islam. Ia hanya menyisakan harta seperlunya untuk dirinya sendiri. Seluruh harta Abdurrahman bin Auf lahir dari kepadaiannya berwirausaha. Penduduk Makkah dan Madinah kala itu mengakui kecerdikannya dalam berdagang. Saking mahirnya berwirausaha, ia bahkan pernah berseloroh "Seandainya aku mengangkat batu, niscaya kutemukan emas dan perak di bawahnya.” Keistimewaan Abdurrahman bin Auf dibandingkan orang-orang di masanya adalah ia memiliki dua karakteristik sekaligus, yaitu hartawan dan semangat pejuang. Biasanya, orang yang pandai berdagang, kurang memiliki semangat pejuang, sementara itu pejuang lazimnya miskin harta, sebagaimana dikutip dari Abdurrahman bin Auf Biografi dan Perjuangan dalam Membela Islam 2018 yang ditulis oleh Haslinah. Suatu waktu, ia pernah diutus Nabi Muhammad SAW memimpin sebanyak 700 pasukan menuju Dumatul Jandal untuk berperang. Selain itu, Abdurrahman bin Auf dianggap sebagai pelopor dua hijrah dalam Islam, yaitu hijrah ke Habasyah dan hijrah ke Madinah. Selepas Rasulullah SAW meninggal, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan istri-istri mendiang Nabi Muhammad SAW. Ia menjaga keselamatan dan memenuhi segala kebutuhan mereka. Dari ciri fisiknya, Abdurrahman bin Auf berkulit putih, berbadan tegap, tidak beruban, berhidung mancung, serta berambut lebat dan panjang hingga menutupi telinga. Karena tampan dan kaya, sepanjang hidupnya, Abdurrahman bin Auf memiliki 13 istri, terdiri dari Ummu Hurayth, Ghazal binti Kisra, Sahla binti Assim, Bahriyah bint Hani, Ummu Kultsum binti Uqbah, Ummu Hakim binti Qaridh, Badinah binti Ghaylan, Zainab binti Ghaylan, Asma binti Salamah, Majd binti Yazid, Ummu Kultsum binti Utbah bin Rabiah, Tamadur binti Asbagh, dan Abil binti Khashkhash. Kendati beristri banyak, namun dalam sekali waktu, Abdurrahman bin Auf tak pernah beristri lebih dari empat. Artinya, ketika salah satu istrinya meninggal, barulah ia beristri lagi. Abdurrahman bin Auf meninggal dunia pada 31 H atau 652 Masehi pada usia 72 tahun. Ia dimakamkan di Baqi di samping makam sahabatnya, Utsman bin Maz'un. Sebelum ia meninggal, ia berwasiat agar hartanya disumbangkan untuk kepentingan umat Islam. Menurut suatu riwayat, ia menyedekahkan sekitar 50 ribu dinar untuk dakwah juga 10 Daftar Nama-Nama Sahabat Nabi Muhammad yang Dijamin Masuk Surga Kisah Teladan Sahabat Nabi Zubair bin Awwam Sepupu Rasulullah SAW - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno Abdurrmiman bin Auf adalah salah seorang sahabat Nabi yang populer dalam sejarah Islam. Selain dikenal kaya raya, ia juga dermawan. Padahal waktu mula-mula hijrah ke Madinah dari Makkah, dia tidak mempunyai apa-apa. Siapa yang tidak terharu melihat Abdurrahman saat hijrah ke Madinah tahun 622 M. Dia datang tanpa bekal sedikit pun. Kekayaan yang dimilikinya, hanyalah pakaian yang melekat ditubuhnya. Oleh sebab itu Rasulullah segera mempersaudarakan Abdurrahman dengan Sa’ad bin Rabi, seorang hartawan di Madinah. Teryata Saad bin Rabi seorang hartawan yang sangat luhur budinya. Bahkan dia bersedia memberikan modal yang besar kepada Abdurrahman bin Auf. Bahkan, ia menawarkan perempuan di antara keluarganya untuk dijadikan istri. ”Terima kasih atas kebaikan Saudara. Semoga Allah membekati harta dan keluargamu,” jawab Abdurrahman sambil menjabat tangan teman tangannya. Lalu katanya lagi, ”Sekarang begini saja, tujukkanlah padaku, di mana letak pasar, biar aku berusaha sendiri!” begitu kira-kira jawaban Abdurahman atas tawaran itu. Tetapi jangan dikira bahwa dia cuma sibuk cari uang saja. Di samping giat berdagang, Abdurrahman juga sibuk mengajar. Bahkan di medan perang pun tergolong perwira yang berani. Oleh sebab itu dia termasuk kelonpok al-asymh, yaitu ”sepuluh orang termasyhur”. Di bidang pemerintahan, termasuk kelompok yang paling sering diajak berunding bersama-sama Rasulullah. Hasil usahanya di pasar, ia kemudian menjadi salah seorang sahabat Nabi yang kaya raya. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ia tidak pelit. Abdurtahman bin Auf menyumbangkan separuh dari kekayaannya. Nah, berapa jumlah sumbangannya? Uang dinar, 500 ekor kuda dan 500 ekor unta, dan ”uang saku” sebanyak 400 dinar untuk tiap prajurit. Bukan main!Itulah Abdurrahman bin Auf, seorang hartawan yang memulai usahanya dengan modal nol. Dia lahir tahun 581 M dan wafat tahun 652 M tepatnya tahun 30 H dalam usia 72 tahun. Abdullah Alawi

doa abdurrahman bin auf